Minggu, 25 Februari 2018

KERBAU PEMALAS DAN RAKUS

Pada suatu hari, kancil mengunjungi kerbau untuk mengajaknya mencari makan bersama, namun di perjalanan tiba – tiba kerbau lemas dan lesu, kancil pun bertanya,

“Ada apa, kerbau?”

“Aku lelah. Rasanya aku ingin istirahat sebentar,” jawabnya.

“Rumah mu saja masih terlihat dari sini, kau sudah kelelahan?” Tanya kancil keheranan.

“Maukah kau mencarikan rumput segar untukku sekali ini saja? Aku lapar sekali,” pinta kerbau.

“Ya Tuhan. Malas sekali sahabatku ini.” gumamnya. “Ya, baiklah. Tapi hanya sekali ini saja.” jawab kancil seraya bergegas.

“Terima kasih, kancil sahabatku!” teriak kerbau.

            Kerbau berjalan kerumahnya. Dan tertidur. Sedangkan kancil sibuk mengumpulkan rumput segar dan buah – buahan  untuk disantap. Setelah terkumpul cukup banyak, kancil memutuskan untuk pulang.

“Kerbau, sahabatku, aku sudah membawakannya untukmu. Kemarilah dan makan bersama.” Teriak kancil. Kerbau pun keluar untuk menemui kancil.

“Banyak sekali rumput segarnya, aku rasa kita tidak dapat menghabisknnya dalam sekejap,” ujar kerbau kegirangan.

“Aku haus sekali. Apa kau ada air untuk aku minum?” Tanya kancil. Kerbau hanya mengangguk dan menunjuk danau kecil di belakang rumahnya.

“Ini enak sekali, aku sampai kekenyangan,” ujar kerbau sambil mengelus perutnya. Kancil pun kembali. Alangkah terkejutnya, makanan yang ia bawa sudah habis tak tersisa.

“Kemana semua makanan kita?” Tanya kancil.

“Oh, maaf kancil. Aku sudah menghabiskan semuanya. Aku sangat lapar, kau bisa mencarinya lagi jika mau.” Ujar kerbau. Kancil sangat marah dan tidak terima dengan kerakusan kerbau.

“Kerbau, mengapa kau tega denganku? Aku susah payah membawa makanan ini agar kita dapat menyantapnya bersama namun kau habiskan sendiri?” ujar kancil sambil menangis. “Mulai sekarang, aku bukan sahabatmu lagi!” Bentak kancil seraya pergi meninggalkan kerbau.


            Setelah beberapa hari tanpa kancil, kerbau sangat kesepian. Akhirnya kerbau menghampiri kancil untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kerbau sangat menyesal telah berperilaku seperti itu terhadap kancil. Akhirnya mereka saling memaafkan dan bersahabat lagi.

-TAMAT-

Family Abuse by Bernard Mersier

Family Abuse by Bernard Marsier is the drama that played in two acts. The drama used tragedy as the genre of the story, and scene by scene i...