Pada suatu hari, kancil
mengunjungi kerbau untuk mengajaknya mencari makan bersama, namun di perjalanan
tiba – tiba kerbau lemas dan lesu, kancil pun bertanya,
“Ada apa, kerbau?”
“Aku lelah. Rasanya aku ingin
istirahat sebentar,” jawabnya.
“Rumah mu saja masih terlihat
dari sini, kau sudah kelelahan?” Tanya kancil keheranan.
“Maukah kau mencarikan
rumput segar untukku sekali ini saja? Aku lapar sekali,” pinta kerbau.
“Ya Tuhan. Malas sekali
sahabatku ini.” gumamnya. “Ya, baiklah. Tapi hanya sekali ini saja.” jawab
kancil seraya bergegas.
“Terima kasih, kancil
sahabatku!” teriak kerbau.
Kerbau berjalan kerumahnya. Dan tertidur. Sedangkan kancil
sibuk mengumpulkan rumput segar dan buah – buahan untuk disantap. Setelah terkumpul cukup
banyak, kancil memutuskan untuk pulang.
“Kerbau, sahabatku, aku
sudah membawakannya untukmu. Kemarilah dan makan bersama.” Teriak kancil.
Kerbau pun keluar untuk menemui kancil.
“Banyak sekali rumput
segarnya, aku rasa kita tidak dapat menghabisknnya dalam sekejap,” ujar kerbau
kegirangan.
“Aku haus sekali. Apa kau
ada air untuk aku minum?” Tanya kancil. Kerbau hanya mengangguk dan menunjuk
danau kecil di belakang rumahnya.
“Ini enak sekali, aku sampai
kekenyangan,” ujar kerbau sambil mengelus perutnya. Kancil pun kembali.
Alangkah terkejutnya, makanan yang ia bawa sudah habis tak tersisa.
“Kemana semua makanan kita?”
Tanya kancil.
“Oh, maaf kancil. Aku sudah
menghabiskan semuanya. Aku sangat lapar, kau bisa mencarinya lagi jika mau.”
Ujar kerbau. Kancil sangat marah dan tidak terima dengan kerakusan kerbau.
“Kerbau, mengapa kau tega
denganku? Aku susah payah membawa makanan ini agar kita dapat menyantapnya
bersama namun kau habiskan sendiri?” ujar kancil sambil menangis. “Mulai
sekarang, aku bukan sahabatmu lagi!” Bentak kancil seraya pergi meninggalkan
kerbau.
Setelah beberapa hari tanpa kancil, kerbau sangat
kesepian. Akhirnya kerbau menghampiri kancil untuk meminta maaf dan berjanji
tidak akan mengulanginya lagi. Kerbau sangat menyesal telah berperilaku seperti
itu terhadap kancil. Akhirnya mereka saling memaafkan dan bersahabat lagi.
-TAMAT-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar